Hari ini aku mau sedikit ngeshare tentang PeEr yang masih ga tau bisa kekejar atau engga sama pendidikan di Indonesia dalam menghadapi Era Globalisasi yang semakin kejam. Tapi, selama matahari masih terbit dari timur, ga ada yang ga mungkin, right? Sebagai pemuda-pemudi Indonesia yang selalu percaya diri dengan segudang motivasi, kita harus tetap berusaha memajukan pendidikan di Indonesia dengan cara apa? so.. chek it guys!
Pendidikan Indonesia Kreatif di Era Globalisasi
'Kejutan Masa Depan' ya, itu adalah istilah untuk menggambarkan situasi sekarang yang membuat kita terlempar pada suatu kondisi di mana kita mengalami ’’tekanan yang mengguncangkan dan hilangnya orientasi individu disebabkan kita dihadapkan dengan terlalu banyak perubahan dalam waktu yang terlalu singkat’’. Itulah situasi yang persis kita alami di Indonesia. Perubahan berskala besar dan cepat ternyata kita respons secara lambat. Dalam bidang pendidikan kita tertinggal jauh; jangankan dengan negara-negara besar; kita masih berada di bawah Malaysia, Vietnam, India.Tetapi sampai kapan pun pendidikan sebagai suatu upaya menghadapkan manusia (peserta didik) pada realitas yang terus saja berubah saat ini sangat diharapkan perannya untuk mampu mengikuti arus zaman, bukan berarti untuk mengikis kemanusiaan melainkan justru untuk menemukan kondisi air kehidupan yang memungkinkan jiwa-raga bangsa berenang dengan indah.
Globalisasi adalah arus utama yang membawa dampak mahahebat terhadap ruang waktu yang mengalami percepatan atau terjadinya dalam bahasa Anthony Giddens (2002) time/taim-space/speis-distanziation/dis’teistsisen. Tentu saja interaksi manusia dengan teknologi, manusia dengan manusia lain, semakin intensif: makna baru didapat dari objektivikasi baik rasional maupun irasional karena perkembangan basis material, Iptek yang terus berubah.
Tugas pendidikan adalah membawa generasi ini mampu merengkuh mekanisme yang lebih dekat agar dalam menghadapi kontradiksi alam selalu mengalami perubahan. Globalisasi sebagai proses terkait dengan globalution, yakni paduan dari kata globalization dan evolution/i:val’lu:jen. Dalam hal ini, globalisasi adalah hasil perubahan (evolusi) dari hubungan masyarakat yang membawa kesadaran baru tentang hubungan atau interaksi antarumat manusia. Evolusi pemikiran ke arah kematangan dan kemajuan yang mendorong produktivitas dan kreativitas ditimpakan pada pendidikan.
Menghadapi globalisasi dengan imbasnya dalam membentuk struktur ide masyarakat, pendidikan harus mampu menjawab persoalan-persoalan tersebut, terutama menekankan pada metode belajar yan mendekatkan peserta didik pada "dunia secara utuh", keterkaitan antara satu kondisi dengan kondisi lain yang saling mempengaruhi antara satu bangsa dengan bangsa lain, antara satu komunitas dengan komunitas lain; globalnya kehidupan harus disambut dengan globalnya pemikiran, luasnya jangkauan wawasan dan pengetahuan, serta penguasaan teknologi untuk menyambut masa depan kemajuan di bidang teknis yang pada kenyataannya berkembang sangat cepat.
Revolusi belajar yang mampu menjawab persoalan-persoalan tersebut adalah dengan cara pop up dan mind map.
POP UP
Mungkin sebagian ada yang sudah tahu apa sih pop up itu, tapi untuk yang belum tahu dan juga mengawali pembukaan posting kali ini maka ada baiknya kita mengulang pengetahuan tentang POP UP. Pop Up dalam seni kertas adalah kesenian kertas dengan kategori paper engineering yang terdapat dalam dua lipat kertas dan akan muncul bentuknya (pop up) ketika dibukanya lipatan kertas itu.
contoh pop up^^
Petunjuk tentang Cara Membuat Pop-Up Books
1. Ambil dua 9 × 12 buah makalah konstruksi dan melipatnya menjadi dua bagian. Sekarang mengambil satu kertas dan menemukan sebuah titik di tengah pinggir dilipat. 2. Menarik garis dari titik ditandai dengan tepi luar kertas. 3.Menggunakan gunting memotong melalui garis, mulai dari tepi dilipat. Lipat kembali tutup dibuat dengan memotong. Lipat mereka kembali sehingga mereka membentuk dua segitiga. 4.Buka tutup lagi dan juga membuka seluruh halaman. Sekarang, pegang kertas dengan cara sedemikian rupa sehingga tampak seperti tenda. Tempatkan jari Anda di bagian atas segitiga dan hati-hati dorong ke bawah sehingga segitiga didorong melalui ke sisi lain dari kertas. 5.Sekarang menaruh jari Anda di bagian bawah segitiga kertas dan mengulang hal yang sama. Anda akan melihat bahwa segitiga atas dan bawah akan terdorong keluar untuk membentuk mulut di dalam kartu.
6.Setiap kali Anda membuka atau menutup kartu, mulut secara bersamaan akan membuka dan menutup dan itu akan tampak bahwa itu berbicara.
7.Sekarang Anda dapat menggambar orang atau hewan atau bahkan rakasa sekitar mulut dan lem bagian dalam dan halaman luar bersama-sama. Tapi pastikan Anda tidak menerapkan lem di daerah dengan pop-up mulut. Sampul Anda untuk buku Anda siap.
8.Sekarang Anda dapat menambahkan halaman untuk menutupi Anda. Putuskan berapa banyak halaman yang ingin Anda sertakan dan melipat kertas masing-masing menjadi bagian. Pasang lem di dalam tepi kertas terlipat dan melampirkan halaman bersama-sama. Biarkan mengering.
9.Pilih cerita dan pena itu di halaman-halaman ini, hanya bila dikeringkan dengan baik. Sementara menulis cerita di halaman dalam, Anda dapat meninggalkan ruang untuk menambahkan pop-up karakter.
10.Sekarang memotong karakter menarik untuk cerita Anda dan menentukan karakter akan disisipkan pada setiap halaman. Pastikan untuk meninggalkan beberapa ruang di bagian bawah karakter.
11.Hati-hati lem karakter ke dalam cerita. Pastikan Anda melipat bagian bawah masing-masing karakter dan kemudian menambahkan sedikit lem di atasnya. Tekan mereka tegas sehingga mereka bisa benar tetap. Lanjutkan proses untuk karakter lain pada halaman lain dari buku ini.
MIND MAP
Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.
contoh mind map^^
Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:
- Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan sebagai “pohon”.
- Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang” yang melingkari “pohon”.
- Sub Topik, level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang dan diletakkan sebagai “ranting” (dan level pikiran lapis berikutnya)
Naah guys, kedua cara revolusi tersebut membuat belajar jadi lebih menyenangkan loh.. otak kita bisa semakin berkembang dengan banyaknya ide-ide yang kreatif. Tertarik untuk mencobanya kan?
Ayo, ubah kebiasaan belajar yang selama ini kamu anggap udah bener tapi sebenernya kurang efektif.
Semangat Indonesia BISA!!!
Sekian dulu postingan kali ini
Wassalamualaikum cantiiik^






Tidak ada komentar:
Posting Komentar